Showing posts with label Bait Pahit. Show all posts
Showing posts with label Bait Pahit. Show all posts

Friday, February 21, 2014

Jika Kamu Tanya Aku

Jika kamu tanya aku, apa yg aku suka darimu. Aku suka segala hal darimu, aku suka senyummu, tawamu, suara aneh yg sering kau buat saat kau jenuh. Aku suka caramu berjalan, aku suka caramu berhenti untuk berfikir sendiri. Aku suka caramu membalik halaman buku yg sedang kau .

Sunday, February 16, 2014

Segala Hal

Kalo dipikir-pikir lucu juga perjalanan hidup aku dari dulu sampai sekarang, bisa deket sama kamu itu udah bisa bikin aku bahagia banget. Kamu yg dulu jadi orang pertama yg aku jadiin tempat sampah cerita-ceritaku tentang kisah cinta yg masih lugu. Itu dahulu. Sekarang lihatlah kita. Lihatlah tangan kita yg saling berpegangan erat untuk menghadapi dunia.

Friday, December 6, 2013

Kepada kamu.

Aku mencintaimu bagai fajar yg mengusir kelam
Yang menyambut pagi saat terang datang.
Aku menyayangimu bagai embun yg menguntai.
Menyisakan dingin yg menyusun hati.

Kepada kamu, malaikat dalam setiap mimpi burukku.
Yang keanggunannya menaklukkan sepi dalam hati.
Tawamu adalah nafas hidupku.
Mengisi setiap aliran darahku.

Sedihmu neraka bagiku.
Air matamu adalah hukuman Tuhan terpedih untukku.
Aku mencintaimu, sajak terindahku.

Friday, November 29, 2013

Jika Kau Mengerti

Jika saja ini tak berkelit, mungkin cintaku takkan sulit. Seperti kamu yg datang lagi, menyapa luka yg masih segar. Dan segala rahasiamu dan rahasiaku yg hilang saja terbawa ego kita masing-masing. Kembali saja kau dengan dia. Penikmat sisaku yg terlanjur bahagia. Biar aku saja yg menanggung sayatan hati yg mulai ku sukai. Walau tak ingat lagi, aku pernah jadi alasan tawamu dan senda guraumu itu, aku pernah menjadi 'kamu' dalam setiap tulisanmu. Dan aku pernah, menjadi alasan kau tak terlelap untuk sekedar menjagaku lewat do'a.

Dalam malam. Dan dalam mimpi manis yang mudah sekali ku benci. Aku mulai takut terbawa suasana hatiku sendiri. Aku mulai takut untuk memulai lagi. Mengapa tak kau saja yg aku rindukan? Yg mengisi sepiku dengan riuh renyah ceritamu yg tak berujung. Dan apa kau bisa membaca rindu ini, perlahan tapi terdengar, seperti dengungan lebah yg marah. Yang terlanjur basi karna sering kau hiraukan.

Selamat malam kekasihku lampau. Hatiku masih disana. Tolong dijaga, sakiti dia perlahan saja, tapi beri dia kekuatan untuk bertahan dari itu semua. :))


Kepada Hujan Untuk Pelangi.

Tuesday, November 26, 2013

Pelukis Hujan

Langit menetes peluh. Yg berdera selaksa hujan. Selaksa manisnya kenangan yg turun bersamanya.
Senja mengalun lembut, menjemput malam yg malu-malu bersembunyi di balik horizon. Angin dingin tak menyapa tapi memanggilku sedih. Menawan sepi di penghujung hidup ini.
Seberapa banyak dariku yg mengiba pada hujan. Yg melukis wajahmu pada kenangan. Yg mengukir namamu dlm rintik air surga ini.

Aku merindukan tetes hujan yg mengalir di sela dekapanmu dibalik punggungku. Yang menjadikan hangat seperti udara ruang itu. Memanjakan tubuhku saat getaran detak jantungmu seirama dengan punyaku. Saat kau hanya mungkin melihat mataku dari kejauhan, yang kian redup dalam kelam. Saat itu.

Wajar saja aku teringat, namamu terlalu lekat.
Wajar saja aku berangan, wajahmu dalam kenangan.
Wahai perempuan pelukis hujan. Aku dan kehangatanku merindukanmu.

Wednesday, November 6, 2013

Sesaat Aku

Sesaat aku, melihat tanpa berbuat.
Mendustakan apa yg aku lihat.
Saat semburat cahaya terang. Membawaku pulang saat tersesat.

Sesaat Aku menceritakan alasan dalam teriak.
Menjauhkan cumbuanku padamu saat sesak.
Lalu diamku saat mendambakanmu kelak.

Sesaat aku menjadikan kau sebagai kita, bukan kalian yg aku lihat.
Kau bohongi aku yg tak pernah kau bohongi.
Kau sakiti aku yg tak pernah kau sakiti.
Sesaat aku yang mencintaimu dalam awal.

Diam lakumu menyertaiku, menyudahi awalku yang ingin ku akhiri.
Aku ingin menangisi air mata, yang tak pernah kau pakai sekalipun untuk kau seka.

Aku ruam cahaya, melebur dalam dengung seperti tanda baca.
Sesaat aku yang datang padamu karna sesal.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

Thursday, October 17, 2013

:)

letihku berpaling lagi,
menunggu suramnya kepastian.
jam pun berdetak seiring detak jantung ini.
lambat dan teratur. hela nafas tak memudarkan kebosanan.
Ku lirik jam dinding tua itu masih menunjukkan kemuraman
hati ku bertaut pada gelombang anganku yg membumbung tinggi dalam penat.
lekaslah pulang

Tuesday, October 15, 2013

Puisi Senja

inilah saat senja mulai menjemput malam
saat tak mengijinkan pagi memburu kelam
aku ingin kamu kembali mengganggu hidupku
mengganggu kesepian yg mulai akrab denganku

senja merubah asa, melangkah dingin menuju masa
melipur luka saat kau tak ada
aku menipu senja, dengan memejam saat datang malam
agar aku tak lagi mengingatmu, wahai keanggunan duniawi

Tubuhku butuh pelukmu, jiwaku rindu senyumanmu.
saat telinga ini tak inginkan apa2 untuk di dengar.
aku mengiyakan tawamu

wahai kau menikmat luka. aku bersamamu.

Sunday, October 6, 2013

Aku

aku belajar cara terbaik saat memelukmu, agar kau tak perlu merasakan sesak
aku belajar cara menyayangimu, agar kau tak perlu merasa dikekang
aku belajar cara mencintaimu, agar kau tak perlu meninggalkan apa yang kau miliki sekarang

aku adalah jalan setapak yg kita lewati
aku adalah bangkai kenangan

Aku adalah kita tanpa kamu

Dulu adalah saat bersama yg menyenangkan.
Bersamamu, membuat tujuan hidupku menjadi jelas.
Aku tak takut lagi untuk menghadapi dunia


Sunday, September 29, 2013

Bait Pahit

Sebuah hamparan aspal kosong,

 yg tetap hangat meski malam mencengkeram udara permukaan. 

Pagi dingin menguntai, merajut fajar yg mulai menyingsing. 

Menggeliat sebuah bintang terang dari penghujung dunia.
Bait pahit, melukiskan sakit. 

Mengukir lukisan pena.
Harapan yg mudah. 

Yg meluluhkan hati, menusuk jiwa.
Kau adalah gapai yg tak tercapai. 

Semu yg memburu, bintang yg tak terang.
Tawamu menusuk jiwa. 

Menjadikanku rapuh selaksa kayu sarang.
Pada akhirnya, ini hanya bait kosong, yg kehabisan rima dan kehilangan makna.

 Pada akhirnya kita hanya seperti prosa tanpa puisi, seperti pepatah tanpa arti, 

seperti hujan tanpa kenangan.

Wednesday, March 27, 2013

Kepada kamu.

Aku mencintaimu bagai fajar yg mengusir kelam
Yang menyambut pagi saat terang datang.
Aku menyayangimu bagai embun yg menguntai.
Menyisakan dingin yg menyusun hati.

Kepada kamu, malaikat dalam setiap mimpi burukku.
Yang keanggunannya menaklukkan sepi dalam hati.
Tawamu adalah nafas hidupku.
Mengisi setiap aliran darahku.

Sedihmu neraka bagiku.
Air matamu adalah hukuman Tuhan terpedih untukku.
Aku mencintaimu, sajak terindahku.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

Monday, March 25, 2013

Kepada Kamu, Sang Malam

Kepada kamu, sang malam.
Yang tiba2 datang saat hariku mulai sejuk
Kepada kamu, sang malam.
Yang mengisi sajak ini sendirian.

Aku menyayat sendiri pagi.
Mengkhianati senja yg mengurungku
Aku mendambakan malam.
Yang melambatkan langkahku saat ini.

Teruntuk kamu, pagi, senja dan malamku
Aku.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

Saturday, March 23, 2013

Bait Pahit

Sebuah hamparan aspal kosong, yg tetap hangat meski malam mencengkeram udara permukaan. Pagi dingin menguntai, merajut fajar yg mulai menyingsing. Menggeliat sebuah bintang terang dari penghujung dunia.
Bait pahit, melukiskan sakit. Mengukir lukisan pena.
Harapan yg mudah. Yg meluluhkan hati, menusuk jiwa.

Kau adalah gapai yg tak tercapai. Semu yg memburu, bintang yg tak terang.

Tawamu menusuk jiwa. Menjadikanku rapuh selaksa kayu sarang.

Pada akhirnya, ini hanya bait kosong, yg kehabisan rima dan kehilangan makna. Pada akhirnya kita hanya seperti prosa tanpa puisi, seperti pepatah tanpa arti, seperti hujan tanpa kenangan.

Friday, March 8, 2013

Poem Of Love

I just wanna aloning myself
pretend to figure out some of my think
lossing my place to roughing
enabling anything, just for second. to loving you

To be percentage of you, more difficult than broke my bones
just laugh my self, and think I'm crazy to tell you everything
Everything I wanna show to you
my messiah from loneliness

love you.

Monday, February 4, 2013

Untitled


betapa aku tak bisa lakukan semua ini sendiri
melepas dirinya mungkin itu adalah jalan yg harus ku tempuh tuk dapatkan secuil kebahagiaan
walau pada akhirnya aku tak mendapatkannya
angin senja masih melepasku dalam kesendirian
malam-malam yang terlalu kelam untuk kulewati
dinginnya masih memberatkan langkahku untuk tetap meniti takdirku
lalu ak diam saja, tak bersuara sedikitpun
biarlah waktu menghapus semua kenangan hebat yang kumiliki
dan disinilah aku, yang setia dengan kesendirianku
terlalu lama berharap akan cinta yang tak mungkin kumiliki
aku bertahan dalam setiap detak jantung sanubariku
yang bercerita tentang kehebatan kasih dan cinta sepasang kekasih
lalu aku pahami semua ini hanya dengan kebodohanku
aku mengerti bahwa suatu saat aku akan menemukannya
seseorang yang seperti itu
yang tetap menunggu hingga nafasnya kan berakhir
tetap setia hingga jantungnya lelah untuk berdetak
yang memahami setiap sajak-sajak kehidupanku
dan mengerti bahwa akhirnya, aku miliknya, tetap milikinya

Senyumanmu, meski bukan untukku


Senyumanmu, meski bukan untukku

.teman, meski hati ini tak terbayang kan bagaimana hancurnya saat aku melihatmu dengan dia
.mungkin itu salahku karena tak pernah mengatakan isi hatiku ini
.teman, bagiku kau sangat berarti
.yang menjadikan ku dari kerapuhan menjadi sedikit berarti
.teman, kini hadirmu tak seperti dlu lagi
.kau tlah menjadikan dia sebagai tempat berlabuhnya hatimu