Wednesday, September 29, 2021
Tuesday, March 23, 2021
Jejak
Saturday, December 5, 2015
Subuh.
Kadang aku ingin memuja rindu.
Yang berkala turun seusai rintik hujan.
Yang mengalir lalu menggenangi kehidupan.
Hati telah tercabik jarak.
Asa yang termakan waktu.
Lalu ada yang terlukis oleh hujan.
Sekilas wajah yang memerah terpapar sinar.
Wajah yang tersenyum walau samar.
Peluknya sampai di hatiku.
Engkau yang ada dalam setiap doa.
Yang menjanjikan setiap tetes wudhuku bermakna.
Yang larutkan kesahku dalam dhuha.
Ijinkan aku mencinta hambaMu.
Sebagaimana kasihMu kepadaku.
Monday, November 2, 2015
Surabaya
emang aku akhir2 ini agak ngeselin. enggak ngeselin gimana tiap detik ganti pm mulu. iya sih. emang susah jadi anak kost newbie gini. bawaanya suntuk mulu.
iya. sekarang aku ngekos di surabaya. deket daerah royal plaza. disini aku kerja di daerah citraland. jauh kan? iya emang bego kalo nyari kos.
gak juga sih. kalo disini kostnya murah. apalagi ada dua temen se-SMA ku yg juga ngekos dan sekaligus sekamar sama aku. jadi biaya kos ditanggung bertiga. lumayan. hemat.
udah lebih dari sebulan aku ngekost di sini. gak ada yang penting sih. tapi disini anget. atau kata lainnya yaitu gerah. cuaca Surabaya emang gak sebaik kota kelahiranku. Tulungagung. disini panas. bahkan temboknya aja anget. kebayang gak kalo malem. kayak di sauna.
Surabaya emang kotanya para pekerja. Di sini tempat para pengadu nasib seperti aku mencari nafkah. jadi jangan kaget kalau tiap hari jalanan di sini padet bgt hampir kayak di Jakarta.
semua orang punya urusannya masing-masing. yang motor maunya menang sendiri. yang pake mobil gak mau ngalah. jadi ya semrawut.
Dan disinilah aku. mencoba menantang kejamnya kota pahlawan. semoga lebih baik untuk nanti. amin.
Wednesday, December 10, 2014
Kepada Pelarian
kamu adalah pelarian. tempat aku berlindung dari segala keterpurukan. kamu adalah persinggahan. tempat istirahat hatiku yg masih letih merelakan.
maaf kamu bukan tulang rusuk, rasa sayangku yg telah membusuk. aku memang jahat, tapi aku bukan penjahat. karena keberuntungan yg memaksaku menemukanmu. batu loncatan yg berani mempertaruhkan waktunya demi menghiburku.
katakan aku munafik, tapi aku tertarik. aku hanya tak ingin takdirku terusik.
bukan kamu, memang bukan kamu.
untuk pelarian, sebuah batu loncatan.
Friday, April 25, 2014
Dear Mantan.
Selamat menempuh hari yang lebih indah tanpa aku, saat aku telah menjadi beban. Kau bisa berlari menjauh. Kau bisa mencari lagi tempat untuk berteduh. Tapi bukan aku.
Disini ada ruang kosong tempatmu dulu. Sengaja memang kubiarkan berantakan persis sejak kau tinggalkan, hanya kututup dengan lembaran kain putih agar tak terlalu berdebu walau akhirnya tetap berdebu.
Aku tutup ruang itu, aku kunci dari luar, dan kutinggalkan kuncinya di lubangnya. Agar suatu saat, saat kau tiba-tiba datang lagi, kau tak perlu meminta kuncinya padaku.
Hari bergnti hari, musim berlalu, dan suaramu tak lagi ku dengar. Aku mulai mencium bau busuk dlam ruang itu. Seperti halnya kebiasaanku. Maka aku mulai membuka lagi ruang itu, menatanya kembali, membersihkannya dri debu-debu yang melekat. Aku mulai menghapus satu-persatu hal tentangmu yg telah melekat di ruang ini. Ruang ini bersih kembali, dan tertata rapi.
Lalu mulai datanglah mereka satu persatu. Mencoba menempati ruang ini, aku persilahkan semau mereka, aku percayakan kepada mereka, tapi ruang itu berantakan lagi, rusak dan tak tertata lagi. Dan mereka kupersilahkan keluar. Karna mereka tak serajin dirimu dalam hal menata ruang ini.
Aku mulai lelah, dan aku mulai bosan menunggu penggantimu. Lalu aku mulai acuh dengan ruang itu. Takkan ku bukakan untuk siapa-siapa lagi. Kututup rapat-rapat agar tak ada yg bisa menempati.
Hingga akhirnya dia datang, hanya sekedar mengintip dari lubang kunci. Mencoba melihat sejarah ruang itu. Mencoba berbicara padaku di depan pintu. Aku menganggpnya seorang teman. Teman baik, hingga menjadi teman dekat hingga terlalu dekat. Dan akhirnya ku berikan saja kunci ruang itu. Tapi anehnya tak pernah mau dia buka. Dia menungguku. Dia malu-malu.
Tak terasa sudah lama dia hanya mengintip lewat lubang kunci. Aku mempersilahkannya masuk, dia begitu takjub dengan isinya, dia katakan bahwa dia akan merawatnya. Akupun mengiyakan. Aku yakin padanya.
Dear mantan, aku sudah menghapusmu, dengan memberikan ruang dihatiku untuknya. Ku harap kita akan bahagia dengan hidup baru yang kita jalani masing-masing. Selamat pagi.
Sunday, April 20, 2014
Mimpi Semalam.
Lalu temannya ilmuwan itu juga meneliti tentang. Kondisi kerak bumi yg tidak stabil, bkal ada bencana gunung meletus secara serentak di bumi. Kiamat akan segera dimulai, dan aku satu-stuny harapan umat manusia agar bencana itu tidak terjadi. Ada alat yg dipasang di rumahku, yang ternyata sudah ada sejak lama tapi aku tidak tau, alat itu bisa memancarkan gelombang gamma yg bisa memperbaiki kutub mgnet bumi dan menstabilkan kerak bumi.
Tapi masalahnya adalah di rumhku sudah banyak zombie, aku harus kesana tanpa diserang zombie. Aku akhirnya bertemu raja zombie yaitu kucingku sendiri dan bisa mengalahkannya dengan karate.
Akhir cerita, aku bisa mengaktifkan alat tersebut dan duniapun terselamatkan. Dan aku pun mengikuti audisi Indonesian Idol, lalu menang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Emang agak absur ceritanya, gue sih pengennya cerita lgi bercinta sama Julie Estelle atau sma Zooey Deschannel. Yah namanya juga mimpi.
Selamat berakhir pekan semua.