Aku mencintaimu bagai fajar yg mengusir kelam
Yang menyambut pagi saat terang datang.
Aku menyayangimu bagai embun yg menguntai.
Menyisakan dingin yg menyusun hati.
Kepada kamu, malaikat dalam setiap mimpi burukku.
Yang keanggunannya menaklukkan sepi dalam hati.
Tawamu adalah nafas hidupku.
Mengisi setiap aliran darahku.
Sedihmu neraka bagiku.
Air matamu adalah hukuman Tuhan terpedih untukku.
Aku mencintaimu, sajak terindahku.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network
Wednesday, March 27, 2013
Monday, March 25, 2013
Kepada Kamu, Sang Malam
Kepada kamu, sang malam.
Yang tiba2 datang saat hariku mulai sejuk
Kepada kamu, sang malam.
Yang mengisi sajak ini sendirian.
Aku menyayat sendiri pagi.
Mengkhianati senja yg mengurungku
Aku mendambakan malam.
Yang melambatkan langkahku saat ini.
Teruntuk kamu, pagi, senja dan malamku
Aku.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network
Yang tiba2 datang saat hariku mulai sejuk
Kepada kamu, sang malam.
Yang mengisi sajak ini sendirian.
Aku menyayat sendiri pagi.
Mengkhianati senja yg mengurungku
Aku mendambakan malam.
Yang melambatkan langkahku saat ini.
Teruntuk kamu, pagi, senja dan malamku
Aku.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network
Saturday, March 23, 2013
Bait Pahit
Sebuah hamparan aspal kosong, yg tetap hangat meski malam
mencengkeram udara permukaan. Pagi dingin menguntai, merajut fajar yg
mulai menyingsing. Menggeliat sebuah bintang terang dari penghujung
dunia.
Bait pahit, melukiskan sakit. Mengukir lukisan pena.
Harapan yg mudah. Yg meluluhkan hati, menusuk jiwa.
Kau adalah gapai yg tak tercapai. Semu yg memburu, bintang yg tak terang.
Tawamu menusuk jiwa. Menjadikanku rapuh selaksa kayu sarang.
Pada akhirnya, ini hanya bait kosong, yg kehabisan rima dan kehilangan makna. Pada akhirnya kita hanya seperti prosa tanpa puisi, seperti pepatah tanpa arti, seperti hujan tanpa kenangan.
Bait pahit, melukiskan sakit. Mengukir lukisan pena.
Harapan yg mudah. Yg meluluhkan hati, menusuk jiwa.
Kau adalah gapai yg tak tercapai. Semu yg memburu, bintang yg tak terang.
Tawamu menusuk jiwa. Menjadikanku rapuh selaksa kayu sarang.
Pada akhirnya, ini hanya bait kosong, yg kehabisan rima dan kehilangan makna. Pada akhirnya kita hanya seperti prosa tanpa puisi, seperti pepatah tanpa arti, seperti hujan tanpa kenangan.
Sunday, March 10, 2013
Hoahemm
Tuhan itu gak pernah tidur, bukan berarti Dia insomnia. Dia cuman suka ngeliat orang2 kayak gue yg jam segini kagak tidur.
*nutup buku yasin*
yapp, kalian pasti tau kalau gue nulis post ini pas tengah malem, gak pake lampu. Cuma pake hape gue.
Sambil ngumpulin sisa-sisa kegantengan gue yg tercerai berai akibat kekalahan Barcelona kmaren malem. Gue pengen ngungkapin betapa gue bangga punya kakak seperti kak Beckham.oke gak ada hubungannya juga
*timpuk high hill victoria*
*nutup buku yasin*
yapp, kalian pasti tau kalau gue nulis post ini pas tengah malem, gak pake lampu. Cuma pake hape gue.
Sambil ngumpulin sisa-sisa kegantengan gue yg tercerai berai akibat kekalahan Barcelona kmaren malem. Gue pengen ngungkapin betapa gue bangga punya kakak seperti kak Beckham.oke gak ada hubungannya juga
*timpuk high hill victoria*
Friday, March 8, 2013
Poem Of Love
I just wanna aloning myself
pretend to figure out some of my think
lossing my place to roughing
enabling anything, just for second. to loving you
To be percentage of you, more difficult than broke my bones
just laugh my self, and think I'm crazy to tell you everything
Everything I wanna show to you
my messiah from loneliness
love you.
pretend to figure out some of my think
lossing my place to roughing
enabling anything, just for second. to loving you
To be percentage of you, more difficult than broke my bones
just laugh my self, and think I'm crazy to tell you everything
Everything I wanna show to you
my messiah from loneliness
love you.
Subscribe to:
Comments (Atom)