Wednesday, September 29, 2021

.

Yang kupikirkan sekarang, bagaimana aku membungkam sepi. yang lama-lama memuakkan. mengganggu mimpi dan kenyataan. 
Yang kuinginkan bagaimana mengikat rindu, yang semakin liar berlarian di dalam tidurku.
aku ingin terlelap damai. menguntai angan dalam hembusan nafas letihku.
tanpa memikirkanmu
 
Tapi bagaimana bisa, ak melupakan senyuman selaksa langit selepas hujan itu.
yang teduhnya nyaman. yg sepantasnya kusebut pulang.
yang semesti kuanggap rumah.
bagaimana aku mengingkari, tawa candamu dulu yang candu. Yang habis ku nikmati sendiri, tapi sekarang tidak lagi.

Aku menghitung rintik rindu yang turun malam ini.
sebagian jatuh mengalir sebagian hanya tergenang.
Ak menganggapnya kebodohan takdir. 
Lalu apa guna langit malam itu, tugasnya menyediakanku sinar bintang  namun sekarang hanya muram mendung yang ia tampilkan.

Aku melukis senja yang mulai meredup itu. membenamkan janji dan impian. Sudahi saja aku. Aku rindu.

Tuesday, March 23, 2021

Jejak

Untuk pertama kali, sepi ini mulai menganggu
Hujan mulai meninggalkan luka dan pilu
Menyesap dan memahami, perasaan apa ini

Aku kehilangan
Sesuatu yang tak pernah aku miliki
Sesuatu yang tak boleh aku miliki
yang berjanji tetap ada walau luka menganga
walau jarak dan waktu membatasi

Apa kabar kamu.
Maaf aku iri dengan rambutmu
yang bebas membelai pipimu
pada sepatumu
yang setiap hari menemani langkahmu
seperti dulu saat ada aku






Saturday, December 5, 2015

Subuh.

Kadang aku ingin memuja rindu.
Yang berkala turun seusai rintik hujan.
Yang mengalir lalu menggenangi kehidupan.
Hati telah tercabik jarak.
Asa yang termakan waktu.

Lalu ada yang terlukis oleh hujan.
Sekilas wajah yang memerah terpapar sinar.
Wajah yang tersenyum walau samar.
Peluknya sampai di hatiku.

Engkau yang ada dalam setiap doa.
Yang menjanjikan setiap tetes wudhuku bermakna.
Yang larutkan kesahku dalam dhuha.
Ijinkan aku mencinta hambaMu.
Sebagaimana kasihMu kepadaku.

Monday, November 2, 2015

Surabaya

emang aku akhir2 ini agak ngeselin. enggak ngeselin gimana tiap detik ganti pm mulu. iya sih. emang susah jadi anak kost newbie gini. bawaanya suntuk mulu.

iya. sekarang aku ngekos di surabaya. deket daerah royal plaza. disini aku kerja di daerah citraland. jauh kan? iya emang bego kalo nyari kos.

gak juga sih. kalo disini kostnya murah. apalagi ada dua temen se-SMA ku yg juga ngekos dan sekaligus sekamar sama aku. jadi biaya kos ditanggung bertiga. lumayan. hemat.

udah lebih dari sebulan aku ngekost di sini. gak ada yang penting sih. tapi disini anget. atau kata lainnya yaitu gerah. cuaca Surabaya emang gak sebaik kota kelahiranku. Tulungagung. disini panas. bahkan temboknya aja anget. kebayang gak kalo malem. kayak di sauna.

Surabaya emang kotanya para pekerja. Di sini tempat para pengadu nasib seperti aku mencari nafkah. jadi jangan kaget kalau tiap hari jalanan di sini padet bgt hampir kayak di Jakarta.

semua orang punya urusannya masing-masing. yang motor maunya menang sendiri. yang pake mobil gak mau ngalah. jadi ya semrawut.

Dan disinilah aku. mencoba menantang kejamnya kota pahlawan. semoga lebih baik untuk nanti. amin.

Wednesday, December 10, 2014

Kepada Pelarian

kamu adalah pelarian. tempat aku berlindung dari segala keterpurukan. kamu adalah persinggahan. tempat istirahat hatiku yg masih letih merelakan.

maaf kamu bukan tulang rusuk, rasa sayangku yg telah membusuk. aku memang jahat, tapi aku bukan penjahat. karena keberuntungan yg memaksaku menemukanmu. batu loncatan yg berani mempertaruhkan waktunya demi menghiburku.

katakan aku munafik, tapi aku tertarik. aku hanya tak ingin takdirku terusik.
bukan kamu, memang bukan kamu.

untuk pelarian, sebuah batu loncatan.

Friday, April 25, 2014

Dear Mantan.

Selamat pagi hati yg pernah aku singgahi, bagaimana kabarmu saat tak ada lagi pesan singkat dari nomorku? Apa yg kau lakukan saat tak ada lagi senyum cerah dariku saat aku menjemputmu untuk membawamu keluar melihat dunia? Apa kabarmu disana? Di rumahmu tempat kita sering bercengkrama? Apa fotoku masih ada di meja kamarmu?

Selamat menempuh hari yang lebih indah tanpa aku, saat aku telah menjadi beban. Kau bisa berlari menjauh. Kau bisa mencari lagi tempat untuk berteduh. Tapi bukan aku.
Disini ada ruang kosong tempatmu dulu. Sengaja memang kubiarkan berantakan persis sejak kau tinggalkan, hanya kututup dengan lembaran kain putih agar tak terlalu berdebu walau akhirnya tetap berdebu.
Aku tutup ruang itu, aku kunci dari luar, dan kutinggalkan kuncinya di lubangnya. Agar suatu saat, saat kau tiba-tiba datang lagi, kau tak perlu meminta kuncinya padaku.

Hari bergnti hari, musim berlalu, dan suaramu tak lagi ku dengar. Aku mulai mencium bau busuk dlam ruang itu. Seperti halnya kebiasaanku. Maka aku mulai membuka lagi ruang itu, menatanya kembali, membersihkannya dri debu-debu yang melekat. Aku mulai menghapus satu-persatu hal tentangmu yg telah melekat di ruang ini. Ruang ini bersih kembali, dan tertata rapi.

Lalu mulai datanglah mereka satu persatu. Mencoba menempati ruang ini, aku persilahkan semau mereka, aku percayakan kepada mereka, tapi ruang itu berantakan lagi, rusak dan tak tertata lagi. Dan mereka kupersilahkan keluar. Karna mereka tak serajin dirimu dalam hal menata ruang ini.

Aku mulai lelah, dan aku mulai bosan menunggu penggantimu. Lalu aku mulai acuh dengan ruang itu. Takkan ku bukakan untuk siapa-siapa lagi. Kututup rapat-rapat agar tak ada yg bisa menempati.

Hingga akhirnya dia datang, hanya sekedar mengintip dari lubang kunci. Mencoba melihat sejarah ruang itu. Mencoba berbicara padaku di depan pintu. Aku menganggpnya seorang teman. Teman baik, hingga menjadi teman dekat hingga terlalu dekat. Dan akhirnya ku berikan saja kunci ruang itu. Tapi anehnya tak pernah mau dia buka. Dia menungguku. Dia malu-malu.

Tak terasa sudah lama dia hanya mengintip lewat lubang kunci. Aku mempersilahkannya masuk, dia begitu takjub dengan isinya, dia katakan bahwa dia akan merawatnya. Akupun mengiyakan. Aku yakin padanya.

Dear mantan, aku sudah menghapusmu, dengan memberikan ruang dihatiku untuknya. Ku harap kita akan bahagia dengan hidup baru yang kita jalani masing-masing. Selamat pagi.

Sunday, April 20, 2014

Mimpi Semalam.

Mungkin gara-gara gue kebanyakan nonton film 2012 ato film2 tentang akhir dunia, makanya gue kemaren mimpi absurd banget. Agak samar-sama kalo diinget-inget, tapi intinya gini. Yang pertama, dimulai dari kucing gue yang terjangkit virus Zombie trus nular ke orang2 terdekat gue, lalu gue kabur ke luar kota karna kota gue udah semuanya jadi zombie, lalu aku ketemu sama ilmuwan yg lagi meneliti pergeseran kutub magnet bumi, dia menemukn kalo beberapa hari lagi kutub magnet bumi akan kacau dn akan menyebabkan perisi bumi akan hilang dan bkal ad serangan alien yg dari jaman purba sudah mengepung bumi.

Lalu temannya ilmuwan itu juga meneliti tentang. Kondisi kerak bumi yg tidak stabil, bkal ada bencana gunung meletus secara serentak di bumi. Kiamat akan segera dimulai, dan aku satu-stuny harapan umat manusia agar bencana itu tidak terjadi. Ada alat yg dipasang di rumahku, yang ternyata sudah ada sejak lama tapi aku tidak tau, alat itu bisa memancarkan gelombang gamma yg bisa memperbaiki kutub mgnet bumi dan menstabilkan kerak bumi.

Tapi masalahnya adalah di rumhku sudah banyak zombie, aku harus kesana tanpa diserang zombie. Aku akhirnya bertemu raja zombie yaitu kucingku sendiri dan bisa mengalahkannya dengan karate.

Akhir cerita, aku bisa mengaktifkan alat tersebut dan duniapun terselamatkan. Dan aku pun mengikuti audisi Indonesian Idol, lalu menang.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Emang agak absur ceritanya, gue sih pengennya cerita lgi bercinta sama Julie Estelle atau sma Zooey Deschannel. Yah namanya juga mimpi.

Selamat berakhir pekan semua.