Sebuah pagi di SMARIDUTA, tanggal 25 November 2009, jam di dinding menunjukkan pukul 07.11 waktu SMARIDUTA, semua murid SMARIDUTA berbondong-bondong menuju lapangan basket SMARIDUTA. Kebanyakan dari mereka bertanya-tanya, ada apa ini??? Terlihat di sana para para anggota OSIS sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk kelancaran acara tersebut. Benar, hari ini SMARIDUTA memperingati hari guru yang ke-64. Ada yang menarik perhatian semua warga SMARIDUTA saat itu, bukan hanya muridnya saja, guru-gurupun ikut penasaran, di lorong terdapat 2 becak. Untuk apa??? di dalam hati mereka pasti bertanya-tanya seperti itu.
Becak tersebut sengaja di letakkan di sana karena nanti setelah upacara, akan ada penjemputan guru-guru yang akan purna tugas hari itu, yaitu pak Suyono da Bu Ninik.
Sebelum upacara, pak Wito mengatur para murid agar tertib dalam mengikuti upacara hari itu, dengan suara lantang pak Wito menyiapkan para murid. Upacara pun berlangsung dengan tertib, walaupun banyak siswa maupun siswi yang harus ke UKS karena tidak kuat, maklum hari itu banyak siswa dan siswi yang puasa.
Tiba saatnya pak Suyono dan Bu Ninik menyampaikan kata-kata terkahir sebelum mereka pensiun dari tugasnya sebagai guru. Para siswa begitu tenang mendengarkan setiap kata yang keluar dari Pak Suyono, bahkan beberapa ada yang menangis karena teringat akan kenangan-kenangan indah saat diajar oleh pak Suyono dan Bu Ninik, maklum, dua guru ini sangat baik dalam mengajar para murid-muridnya, tawa serta tangis menyatu pada saat itu, becak yang tadi telah di siapkan akhirnya mengiringi kepergian dua guru ini, selamat jalan guruku, jasa-jasamu takkan pernah kulupakan seumur hidupku
Wednesday, November 25, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
very goooooooddddh!!!!!!!!!hehehehe,,,
ReplyDeletebtw xm pas upcara nangis2 smpek gulung2 ta?
ya nggak lah pie to pie???
ReplyDelete