Friday, November 29, 2013

Jika Kau Mengerti

Jika saja ini tak berkelit, mungkin cintaku takkan sulit. Seperti kamu yg datang lagi, menyapa luka yg masih segar. Dan segala rahasiamu dan rahasiaku yg hilang saja terbawa ego kita masing-masing. Kembali saja kau dengan dia. Penikmat sisaku yg terlanjur bahagia. Biar aku saja yg menanggung sayatan hati yg mulai ku sukai. Walau tak ingat lagi, aku pernah jadi alasan tawamu dan senda guraumu itu, aku pernah menjadi 'kamu' dalam setiap tulisanmu. Dan aku pernah, menjadi alasan kau tak terlelap untuk sekedar menjagaku lewat do'a.

Dalam malam. Dan dalam mimpi manis yang mudah sekali ku benci. Aku mulai takut terbawa suasana hatiku sendiri. Aku mulai takut untuk memulai lagi. Mengapa tak kau saja yg aku rindukan? Yg mengisi sepiku dengan riuh renyah ceritamu yg tak berujung. Dan apa kau bisa membaca rindu ini, perlahan tapi terdengar, seperti dengungan lebah yg marah. Yang terlanjur basi karna sering kau hiraukan.

Selamat malam kekasihku lampau. Hatiku masih disana. Tolong dijaga, sakiti dia perlahan saja, tapi beri dia kekuatan untuk bertahan dari itu semua. :))


Kepada Hujan Untuk Pelangi.

0 comments:

Post a Comment