Sesaat aku, melihat tanpa berbuat.
Mendustakan apa yg aku lihat.
Saat semburat cahaya terang. Membawaku pulang saat tersesat.
Sesaat Aku menceritakan alasan dalam teriak.
Menjauhkan cumbuanku padamu saat sesak.
Lalu diamku saat mendambakanmu kelak.
Sesaat aku menjadikan kau sebagai kita, bukan kalian yg aku lihat.
Kau bohongi aku yg tak pernah kau bohongi.
Kau sakiti aku yg tak pernah kau sakiti.
Sesaat aku yang mencintaimu dalam awal.
Diam lakumu menyertaiku, menyudahi awalku yang ingin ku akhiri.
Aku ingin menangisi air mata, yang tak pernah kau pakai sekalipun untuk kau seka.
Aku ruam cahaya, melebur dalam dengung seperti tanda baca.
Sesaat aku yang datang padamu karna sesal.
Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network
Wednesday, November 6, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment